Korupsi menjadi Bahasan Northeastern Conference (NEC) di Yale University

Posted on Posted in Education News

yale1

Deden Rukmana, Chatib Basri, Ismunandar, dan Indriyo Suksmono (Pembina NEC).

Washington DC 25 April. Mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas yang bidang risetnya tentang Indonesia menyampaikan riset-riset yang tengah dilakukannya dalam konferensi NEC, 21-22 April 2017, yang tahun ini sudah penyelenggaraan yang ke-16. Tujuh makalah yang semua terpusat pada korupsi, akar dan berbagai upaya pemberantasannya. Bapak Chatib Basri, mantan Menkeu dan Ketua BKPM, dan Deden Rukmana, dosen di Jurusan Planologi di Savannah State University menjadi pembicara kunci dalam konfrensi ini.

Chatib Basri dalam paparannya menyampaikan pengalaman melakukan berbagai upaya pemberantasan korupsi di BKPM dan bea cukai. Sementara Deden Rukmana menyampaikan bahwa korupsi dalam perizinan tata ruang merupakan hambatan serius pada komitmen Indonesia untuk menjadi kota-kotanya inklusif, aman, dan sustainable. Hasil riset tentang korupsi di tingkat pemerintahan lokal disampaikan oleh Asmiati Malik (university of Birmingham, UK) dan Vincent Tanutama (yang tengah belajar di Yale University). Korupsi pada penegak hukum menjadi bahan kajian Rizky Wirastomo, yang kini sedang studi di Boston University, sementara pemeberantasan korupsi di era Orde Baru dan setelahnya menjadi bahan kajian Dessy Pramita (Georgetown University) dan Yusri Supiyan (University of Washington).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Ismunandar, menyambut baik upaya untuk berbagi kemajuan riset yang dilakukan para peneliti di berbagai tempat ini serta berharap hasil-hasil riset tentang korupsi ini akan menjadi sumbangan besar bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. (Atd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *