Pengalaman Pemenang Lomba Pidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia

Posted on Posted in Education News, Uncategorized

bahasa1

 

Musim panas ini, karena saya adalah pemenang tingkat mahir di WEBDI, saya diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mengikuti kegiatan Apresiasi bagi Pemenang Lomba Pidato dan Bercerita dalam Bahasa Indonesia di Jakarta-Bali, pada tanggal 14-21 Agustus 2017. Pengalaman ini bagus sekali dan saya merasa sangat bersyukur atas kesempatan ini karena saya bisa kembali ke negara favorit saya.

Hari pertama di Jakarta adalah hari yang sangat menarik karena banyak alasan. Yang pertama, adalah karena saya bisa bertemu banyak orang dari berbagai negara. Ada 50 orang yang diundang untuk kegiatan ini dari 16 negara: Amerika Serikat, Mesir, Inggris, Belanda, Rusia, India, Australia, Timor Leste, Papua New Ginuea, Thailand, Cina, Jepang, Malaysia, Singapura, Pilipina, dan Perancis.

Hari kedua, kami ikut acara debat dalam bahasa Indonesia. Tetapi, karena ada terlalu banyak orang, hanya 16 peserta dipilih untuk debat. Untuk memulai, kami semua mengambil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI adalah tes profisiensi untuk bahasa Indonesia. Sayangnya, saya tidak dipilih untuk berdebat, tetapi saya bisa menyaksikan debat antara teman-teman saya. Topik debatnya juga menarik: “Sebagai negara multikultural, dewan ini akan memprioritaskan promosi budaya nasional daripada konservasi budaya lokal.” Pada akhrinya, teman saya dari Belanda menang dan kami semua ikut Gala Dinner. Di Gala Dinner, kami menyaksikan pertunjukan seni dari seluruh Indonesia termasuk Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Bagian favorit saya adalah mendengarkan alat musik sasando dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

bahasa2

Hari ketiga, kami pergi tur keliling Jakarta. Kami mengunjungi banyak tempat termasuk Monumen Nasional, Museum Nasional, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Kota Tua Jakarta, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral Katolik. Meskipun saya sudah pernah ke Jakarta beberapa kali sebelumnya, ini adalah pertama kali saya mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Katolik. Saya menikmati belajar tentang sejarah dan desain dua tempat itu, terutama tentang bedug terbesar di Indonesia yang digunakan untuk azan.

Hari keempat adalah hari yang istimewa. Karena hari itu adalah tanggal 17 Agustus, kami semua diundang dan mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara. Istana itu adalah tempat yang sangat indah dan saya tidak akan pernah melupakan hari itu karena saya berkesempatan berjabat tangan dan swafoto dengan Presiden Jokowi.

Bagian favorit saya tentang keseluruhan pengalaman ini adalah kesempatan untuk bertemu orang-orang dari seluruh dunia yang sedang belajar bahasa Indonesia. Sebelum pengalaman ini, saya tidak bisa membayangkan begitu banyak orang di seluruh dunia yang belajar bahasa Indonesia. Semua sangat ramah dan yang spesial adalah koneksi antara pembelajar bahasa Indonesia. Ada satu peserta dari Tiongkok dan ternyata kami punya guru yang sama yang dulu mengajar di Salatiga dan sekarang di Guangzhou! Selain itu, ada guru lain yang mengajar saya di Malang yang juga mengajar salah satu peserta dari Mesir. Dunia memang kecil…

Apa lagi, yang menyenangkan adalah karena tidak semua peserta di sana bisa berbicara bahasa Inggris, kami hanya berkomunikasi dalam bahasa Indonesia! Fakta bahwa orang-orang dari budaya dan negara yang berbeda menggunakan bahasa asing (bahasa Indonesia) untuk berkomunikasi benar-benar mengagumkan. Di masa depan, saya percaya bahwa bahasa Indonesia berpotensi menjadi bahasa global.

bahasa3

 

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang membantu membuat pengalaman ini terjadi termasuk Pak Ismu, Ibu Yolanda, Ibu Juliana, Consortium for the Teaching of Indonesian (COTI), dan semua teman-teman dan pengajar di Johns Hopkins School of Advanced International Studies (SAIS), di Language Training Center (LTC) di Salatiga, dan di Universitas Negeri Malang. (eddy trang, 09/05/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *